Tampilkan postingan dengan label Loker Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Loker Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 April 2014
Sabtu, 05 April 2014
Kita Semua Unik
Kita Semua Unik
Pengidolaan sepenuhnya kepada seseorang bukanlah sesuatu yang wajar, kita semua unik. Tidak perlu merasa rendah atau melebih-lebihkan orang lain dibanding diri sendiri. Bahkan Rasulullah SAW pun tidak menyuruh umatnya untuk benar-benar 100% meniru tingkah laku beliau. Rasulullah memberikan keleluasaan kepada para shahabat dalam urusan muamalah. Hanya untuk urusan ritual saja, yang harus benar-benar sesuai dengan yang dicontohkan atau yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.Rabu, 02 April 2014
Kisah Dua Tukang Sol (Part 4)
Setelah gagal membuka jasa sol di sebuah mall mewah, Mang Udin meneruskan profesinya sebagai tukang sol keliling. Setiap hari selalu semangat untuk berkeliling menawarkan jasanya. Senyum dari istri tercinta dan lambaian sayang dari kedua anaknya selalu memberikan energi lebih bagi mang Udin setiap melakukan aktivitasnya setiap hari.
Saat melawati sebuah jalan, ada seorang pemuda yang memanggilnya. Pemuda tersebut memegang sebuah sepatu yang pastinya akan diperbaiki.
Selasa, 01 April 2014
Membuka Lembaran Hidup Baru
Membuka Lembaran Hidup Baru Adalah Momen Perubahan
Kamis, 27 Maret 2014
Kisah Dua Tukang Sol (Part 3)
Saya Tidak Akan Menyerah
Saya Tidak Akan Menyerah adalah kelanjutan dari cerita motivasi sebelumnya yaitu Cerita Motivasi: Kisah Dua Tukang Sol (bag 2). Ini masih serial dari Kisah Dua Tukang Sol, sudah masuk bagian ke 3. Jika Anda belum membaca bagian pertama dan kedua, ada baiknya baca dulu agar cerita nyambung dan lebih nikmat.
Selamat menikmati dan mengambil hikmah, mudah-mudahan memberikan inspirasi, dan Anda selalu mengatakan saya tidak akan menyerah.
Sabtu, 22 Maret 2014
Kisah Dua Tukang Sol (Part 2)
Cerita motivasi ini adalah kelanjutan dari Kisah Dua Tukang Sol, yang merupakan cerita motivasi yang paling banyak di baca di Motivasi Islami. Sudah dishare sebanyak 5.000 kali lebih (saat cerita lanjutan ini dibuat).
Tanpa panjang lebar lagi, kita lanjutkan ceritanya:
***
Setelah pertemuan itu, bang Soleh dan mang Udin tidak lagi bertemu. Entah kenapa, ada kerinduan dari mang Udin untuk bertemu dengan bang Soleh. Mang Udin mencoba ke tempat dimana dia bertemu, masjid dan tempat makan dimana dia ditraktir. Namun Allah menakdirkan mereka tidak bertemu.
Rabu, 19 Maret 2014
NTMS - Note To My Self
Bismillaah,
Assalaamu’alaikum warahmatullaah,
Note to my self, jika hendak berkata “sombong adalah sebagian dari sifat syaitan”
Note to my self, jika hendak berkata “carilah ridho Rabb, bukan ridho manusia”
Selasa, 18 Maret 2014
MENJADI MALAIKAT KECIL
Menjadi kebiasaan, di hari Jumat seorang Imam dan anaknya yang berumur 11 tahun membagi brosur di jalan-jalan dan keramaian, sebuah brosur dakwah yang berjudul “thariiqan ilal jannah” (jalan menuju jannah).
Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air
hujan yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Si anak telah
siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin, lalu ia
katakan,
“Saya sudah siap, Abi!”
“Siap untuk apa nak?”
Kisah Dua Tukang Sol (Part 1)
Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan
sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya
meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa
uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan
sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang
menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Rabu, 12 Maret 2014
Romantika Cinta Ali r.a dan Fatimah Az-Zahra
Kisah cinta Ali bin Abi thalib dan Fathimah Azzahra adalah salah kisah cinta yang penuh romantika dan keberkahan dari Allah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda ” Allah menyuruh menikahkan Fatimah dengan Ali ” (Diriwayatkan oleh Thabrani).
Sosok Ali adalah lelaki sebenarnya, sifat baiknya melebihi matahari waktu dhuha. Menyibak semua masalah. Istananya hanya gubuk tua. Pedang berkilau harta kekayaannya. Begitulah seorang pujangga menggambarkan sosok Ali dalam syairnya.
Siapa Perampok Sebenarnya ??
Ini mungkin hanya skenario. Tapi lumayan jadi trending topic di beberapa forum luar, karena mengandung pelajaran, sekaligus sindiran tentang betapa korupsi sudah menjalar ke berbagai bidang. Ok, begini ceritanya...
Dalam sebuah perampokan bank, para perampok mengingatkan semua sandera, "Jangan bergerak. Kehilangan uang di bank ini nggak akan berpengaruh banyak buat kalian. Serahkan saja pada kami, lebih baik sayangilah nyawa kalian!"
Dalam sebuah perampokan bank, para perampok mengingatkan semua sandera, "Jangan bergerak. Kehilangan uang di bank ini nggak akan berpengaruh banyak buat kalian. Serahkan saja pada kami, lebih baik sayangilah nyawa kalian!"
Sabtu, 05 Oktober 2013
Kisah Dua Orang Saleh dan Seguci Emas
Alkisah,
di masa lalu sebelum era keislaman, hidup dua orang saleh yang sangat
wara. Mereka sangat jujur, amanah dan tak mudah terperdaya oleh harta
dunia. Keduanya pun kamudian dipertemukan dalam sebuah mumalah.
Jumat, 20 September 2013
Sebuah Koin Penyok
Alkisah,
seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah
dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi
finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk
memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan
cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.
Anak-anaknya
sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena
tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu
sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa
perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan
pekerjaan.Selasa, 06 Agustus 2013
Membeli Waktu
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam.
Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya.
Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang
duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya
ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
Langganan:
Postingan (Atom)
